Begitu lama sepasang mata itu mengamatiku. Entah apa yang dilihatnya. Kalau memamg itu caramu mencari ketulusanku. Apa iya kamu menemukannya. Dan apa iya kamu berusaha menyakinkan hatimu untuk memilihku.
Jawabannya, entahlah. Singkat namun masih menyisakan tanya.
Dan saat sepasang mata itu kembali ku tatap justru malah semakin menatap bola mataku lebih dalam. Sungguh ini pertama kalinya aku mampu ditatap olehnya sedemikian dalam, kalau memang kamu sudah tau semua. Lantas kenapa kita masih saling diam.
Mungkin masih belum tau kepada siapa rasa itu disandarkan. Artinya masih ada sebuah keraguan menyelinap di hatimu. Sama seperti hatiku. Lagi-lagi untuk kesekian kalinya pasrah sama Sang Pemilik Hati.