Hari ini seperti hari-hari sebelumnya. Kenapa begitu? Karena rutinitas yang dikerjakan masih sama. Apa sajakah itu? Bangun tidur bersiap-siap untuk berangkat jadi kuli. Kuli di pabrik di negara orang. Walau kelihatan di luar negeri masih sama seperti yang lain bahwasanya masih jadi kuli.
Jangan mikir orang di LN (read:Luar Negeri) itu banyak uangnya ya. Itu salah besar. Kenapa begitu? Karena kita-kita ini hanya menjadi pekerja biasa yang sehari-hari nyari sesuap nasi sama seperti yang di negeri sendiri. Cuma beda tempat aja. Yang bedanya jauh sich ya di banding yang di LN.
Masih nanya, kenapa? Karena di LN bukan negeri sendiri jadi ya harus punya dokumen kemana-mana ada aja yang nanya ada paspor enggak, dokumen izin kamu tinggal di sini mana. Belum lagi kita hanya di kasih copy-annya aja, itupun banyak yang enggak percaya lho. Nah, kalau di negeri sendiri hanya KTP aja kan bahkan gak di bawa sekalipun gak ditanya.
Kembali ke rutinitasku sebagai "kuli". Hanya sebagai kuli yang setiap hari dituntut untuk kerja 12 jam dengan istirahat kira-kira 2jam saja sudah sama sholat.
Di tempat kerja juga angkat-angkat berat. Paling berat sekitar kurang lebih 50kg-an. Gak peduli aku ini perempuan atau laki-laki. Tapi, kebanyakan kerja di LN perempuan kan ya.
Hari Senin, ini aja contohnya. Dari pagi sampai sore menyelesaikan kerja. Sambil disuruh-suruh sama atasan gitu lah. Dari hal sepele sampai yang bertele-tele. Yang penting harus berusaha ikhlas, begitu kata sahabatku. Sebagai kuli yang 12 jam harus menurut perintah atasan. Ketika 12 jam sudah terlewati sudah lega rasanya. Pulang ke rumah kontrakan masak seadanya, makan ala kadarnya anak rantau gitu, sholat, dan secepatnya rehat.
Mau tidur ingat lagi besuk kerja begitu seterusnya. Kalau hampir setiap hari ngeluh pasti berat jalaninnya, kubawa enjoy ajalah. Toh, sebulan sekali gajian. Ingat gaji jadi semangat, karena harus ini dan itu. Yang harus disisihkan sebagai tabungan untuk masa depan.
Ya apapun itu keluhan hari ini, Senin. Cukup segitu aja. Takut besuk berat buat bangun untuk berangkat nguli.
Tetap berayukur dan bersabar dalam zona ini. Dan akan kuhitung detik-detik aku keluar dari zona ini. Semoga segalanya Allah perlancar dan dimudahkan. Aamiin
#ODOP
#Curhat