Laman

Minggu, 15 Mei 2016

Aku Bukan Dulu

Aku sudah tidak lagi dibutuhkan. Okey....jangan berharap saat kamu ada masalah lari padaku. Mencariku bahkan dengan lantangnya kamu bercerita segala masalahmu.
Kamu yang membuangku, tak lagi butuh tentang diriku.
Aku pergi dan jangan cari aku.

Apa kamu tidak berfikir saat kamu menceritakan segalanya. Aku pun butuh cerita. Butuh ceritaku di dengar. Bahkan, disitu berharap ada suntikan semangat.

Tapi waktu yang ada HABIS dengan segala ceritamu.
Bukan aku mengungkit atau tidak menyukai segala ceritamu. Tapi pernahkah berfikir atau memberi kesempatan sedikit untukku menceritakan masalahku. TIDAK. Tidak pernah kamu tanya kabarku.

Okey..dulu tak mengapa. Tapi SEKARANG saat semua berganti dengan seindah warna pelangi. Kamu membuangku. Bahkan menyalahkanku. Perubahanku yang tiba-tiba membuatmu berfikir yang bermacam-macam di kepalamu, bukan? Padahal aku kecewa dan sangat kecewa.

Kenapa?  Karena saat pelangi itu datang kamu tidak pernah berkata jujur, sempat juga berbohong dan berkelit sana dan sini. Sampailah mataku sendiri menyaksikan kesemua kebohongan itu. Dan SEKARANG ku tekadkan untuk mundur, menjauh, dan pergi darimu. Mungkin posisiku sudah tergantikan oleh pelangi indah itu.

Oh...sangat salah jika kamu berfikir kalau yang aku lakukan itu sebuah kecemburuan. Sama sekali tidak. Dan itu salah besar. Itu aku lakukan karena aku merasakan lelah untuk menjadi seperti DULU sebelum pelangi datang.

Sekarang aku bukan yang DULU. Aku tidak lagi ingin mengenalmu lagi. Kalau bisa membencimu karena kebohongan itu.

Tidak ada komentar: