Laman
Selasa, 31 Mei 2016
Surat Kecil Untuk Sahabat
Teruntuk Sahabat Kecilku
Saat kita masih ingusan sewaktu dulu. Kita bersama-sama jalani hari untuk bermain, tertawa, dan tidak mengenal apa itu masalah. Sehingga waktu menjawab atas kebersamaan kita hanyalah sementara. Kita waktu itu hanya bisa menangis apabila orang tua kita mengatakan 'nak, maafkan emak g bisa membuat kalian bersama' 'nak, maafkan ibu harus memisahkan kalian karena banyak hal yang orang tua ini uruskan'. Ya, begitulah singkat kata-kata mereka. Kita hanya mampu menangis menangis dan menangis. Hingga akhirnya kita berbeda jarak, ruang dan waktu kebersamaan. Aku yakin pada saat itu aku dan kamu menemukan yang baru. Teman baru, sekolah baru, dan suasana yang baru. Meski tak tertawa dan bermain bersama tapi kita mampu menikmatinya. Karena waktu itu kita hanya menangis pada saat itu saja bukan seterusnya.
Sahabat, hingga umur kita beranjak dewasa. Orang tua kita tidak lagi berhubungan sama halnya dengan kita. Apabila aku dengan kenekadanku untuk melanjutkan sekolah dikota. Walaupun pada saat itu orang tuaku hanya memiliki uang pas-pasan tetap kuputusakan melanjutkan pendidikan.
Hingga waktu jugalah mempertemukan kita di angkutan umum. Yang membawa kita pulang sekolah. Saat itu aku dengan seragam putih abu-abuku dan kamu dengan seragam putih biru. Kamu menyapaku terlebih dulu. Aku hanya mampu linglung pada saat itu. Bagaimana tidak. Selama 9tahun berpisah kamu mengenaliku dan aku yang sedikit pelupa **yang notabenenya kamu dulu memiliki pipi chubby sekarang sudah tidak lagi. Itu pertemuan kita yg terakhir sampai sekarang.
Hari ini, 31Mei 2016 di Kuala Lumpur. Saat menunggu jam pulang kerja. Aku yang sangat mengantuk, hingga aku terlena dalam tidur sekejapku. Dan saat itulah aku bermimpi tentangmu. Dimana aku yang ingin ke kampusmu menghadiri acara pengajian. Dan aku mengatakan ke sopir bis yg aku belum tau tempat itu. Sehingga pak sopir bis itu menurukanku tepat di depan kampus. Tidak disangka bahwa aku satu bis denganmu dan turun ditempat yang sama. Saat itu juga kamu yang menyapaku lebih dulu. Kamu mengatakan bahwa kamu melanjutkan perjuanganmu disini. Betapa kagetnya aku melihatmu smyang sekarang, Sahabat. Kamu dengan pakaian fashionmu dan begitu ayunya kamu memakai sepatu perempuan feminim, membuatku kagum denganmu. Sahabat kecilku tumbuh menjadi sosok yang dewasa dan ada peran pemimpin disana. itu semua hanya mimpi. Berharap suatu hari nanti kita bertemua dan tidak ada keangkuhan satu sama lain. Semoga sekarang kamu dalam lindungan Allah SWT. Dan sukses untuk perjuanganmu sekarang....
Berharap kamu membacanya dan media sosial mempertemukan kita dalam waktu dekat.
Dari Aku Yang Merindukanmu
Rahayu Nurcahyani.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar