Laman

Rabu, 10 Agustus 2016

Sekilas tentang film,


“Rudy Habibie (Habibie Ainun 2)”

Film Indonesia yang bisa tayang di Malaysia pada tanggal 4 Agustus 2016 membuat saya terpukau. Terpukau disebelah mananya. Oke, saya dikesempatan kali ini ingin menceritakan sekilas cerita tentang film ini.

Sebenarnya ini adalah cerita pak Habibie pada saat masih muda dan belum menikah dengan Bu Ainun. Dan, beginilah ceritanya…

Awalnya saya tahu film Rudy Habibie ini diiklankan disalahsatu stasiun tv di Malaysia. Saya pun bertanya-tanya siapa sich, Rudy Habibie ini? Iya, bikin penasaran kan. Yang saya tahu nama Habibie hanya mantan presiden RI, tapi tidak ada nama Rudy. Karena penasaran semakin menjadi-jadi saya putuskan untuk nonton filmnya di bioskop Malaysia. Dan saya juga nekad untuk nonton sendiri. Ini bukan berarti saya tidak mengajak teman ya, melainkan bertujuan agar saya bisa konsentrasi dan mengambil isi dari film ini.

Film yang disutradai oleh Hanung Bramatya ini sungguh inspiratif sekali untuk anak-anak muda penerus bangsa Indonesia. Kenapa begitu? Karena di dalam film ini terdapat banyak sekali kata-kata yang membuat jiwa penerus bangsa semangat melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi. Demi mewujudkan bangsa yang maju dan tidak dipandang sebelah mata oleh Negara lain.

Awal cerita film ini adalah seorang anak kecil yang pandai dan cerdas bernama Bachruddin Jusuf Habibie dari Pare-Pare sebuah kota di provinsi Sulawesi Selatan. Dalam keluarganya dia di panggil Rudy Habibie. Saat Rudy kecil Pare-Pare di serang oleh penjajah dari Jepang serangan dari udara itu menghancurkan rumah penduduk, kantor pelayanan dan sejumlah kerusakan lainnya masih banyak. Penduduk Pare-Pare berusaha mengungsi ke tempat yang aman. Termasuk keluarga Rudy, ikut mengungsi juga. Saat penduduk kebingungan mencari tempat aman. Rudy berusaha kembali lagi ke rumahnya karena orang tuanya tidak membawa mikano kesayangannya. Iya, mikano ini sejenis kerangka pesawat dari besi atau kayu. Rudy berhasil membawa mikano dan sebuah buku keilmiahan tentang pesawat. Rudy kecil selalu mendapat motivasi dari papinya. Papinya ingin Rudy dewasa nanti mampu membuat pesawat yang mampu membawa papi, mami, saudara-saudaranya juga kakek serta neneknya mengelilingi dunia dan juga menjadi mata air untuk sekelilingnya. Dalam benaknya ada rasa trauma akan pesawat, ini dikarenakan kampung halamannya dijajah Jepang melalui serangan udara menggunakan pesawat tempur. Akhirnya kedua orangtua Rudy berhasil memboyongnya kembali ke Gorontalo, tempat asal papinya, sedang ibunya dari Jawa. Rudy kecil adalah seorang anak yang pandai cerdas dan selalu ingin tau. Rasa keinginantahuannya itu sampai ia utarakan pertanyaan ke papinya, “kalau papi dari Gorontalo dan mami dari Jawa, Rudy dari apa?” lalu papinya menjawab “Rudy adalah Indonesia.” Papinya ingin Rudy menjadi “mata air”. Artinya adalah menjadi generasi penerus bangsa yang mencintai bangsa, memajukan bangsa dan mengharumkan bangsa Indonesia di mata dunia. Karena pada waktu itu banyak Negara lain tidak mengenal Indonesia yang baru merdeka. Tapi, Papi Rudy tidak berumur panjang. Tidak berapa lama setelah Rudy khitan papinya meninggal dunia dalam sujudnya sebagai imam di sholat jamaah bersama keluarga, sehingga Rudy lah yang menggantikan imam sholat.

Betapa terpukulnya Mami Rudy dan saudara-saudaranya atas kepergian ayah sebagai tulang punggung keluarga. Seiring berjalannya waktu Rudy tumbuh menjadi anak yatim namun tak pernah kekurangan kasih sayang. Begitu papinya meninggal dia memdapat motivasi yang tidak kalah hebat dari maminya. Sehingga Rudy yang pandai itu mampu meloncat tahun kuliah demi mengejar sekolah ke Jerman. Ia sekolah ke Jerman bukan dari beasiswa Bangsa Indonesia. Melainkan maminya yang keturunan ningrat di Pulau Jawa lah yang mampu membiayai Rudy sekolah ke Jerman. Besar cita-cita Rudy untuk membangun Industry Dirgantara Republik Indonesia.

Di Jerman dia bertemu dengan seorang pastur di sebuah gereja. Pastur itu fasih berbahasa Indonesia. Rudy pun tidak kalah dia pun mengusai bahasa Jerman. Di Jerman dia akan melakukan test masuk di Universitas Teknologi Rhein Westfalen  atau dikenal dengan sebutan RWTH. Rudy Habibie lolos dari test tersebut dan sekarang menjadi mahasiswa di Jerman. Di sana dia bertemu dengan teman-teman dari Indonesia.

Tetapi kebanyakan teman Rudy yang sekolah di Jerman memdapat beasiswa dari pemerintah Indonesia. Sampai suatu hari Duta Besar Indonesia di Jerman memberikan keleluasaan untuk pelajar Indonesia mendirikan organisasi bernama PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia). Dan di situlah akan diadakan pemilihan ketua PPI untuk kota Achen. Rudy Habibie mecoba mencalonkan diri sebagai ketua, salah satu visinya adalah membangun Industry Dirgantara di Indonesia. Dan hasil voting memutuskan bahwa dia menjadi ketua PPI pada masa itu. Di samping kinerjanya sebagai ketua PPI, Rudy pun juga mahasiswa biasa yang memiliki segudang tugas dari sang dosen. Sehingga dia di minta untuk pindah kewarganegaraan menjadi warga Negara Jerman, itu dikarenakan prestasinya yang mampu membuat kerangka pesawat sampai mampu terbang.

Sebagai ketua PPI yang memiliki visi besar untuk kemajuan bangsa itu. Rudy harus berhadapan dengan mahasiswa senior, Panca dan teman-temannya. Merakalah yang selalu mengekang visi Rudy, segala cara dihalalkannya untuk menggagalkan visi Rudy. Sampai pada suatu tahap Rudy pun nekad melawan mereka dan teman-teman yang banyak tidak yakin bahwa visi Rudy tidak berhasil. Dalam kekacauan itu Rudy yang membaca sebuah pengumuman bahwa di Jerman akan ada konser sebuah band. Untuk mengurangi stresnya Rudy pun turut hadir di konser itu. Dan saat itula ia bertemu dengan gadis keturunan Polandia yang fasih berbahasa Indonesia bernama Ilona Ianovska. Gadis inilah yang berhasil meluluhkan hati seorang Rudy. Ilona juga memberi support dan semangat bahwa Rudy mampu mencapai visinya. Sehinggalah Rudy nekad membuat seminar yang banyak teman-teman PPInya tidak menyetujui, tapi Rudy yang yakin akan berhasil itupun berusaha sendiri. Sampai dia jatuh sakit di atas salju karena kedinginan dan menyebabkannya terserang TBC.

Maminya yang tau bahwa anak kesayangannya jatuh sakit, beliau pun meluncur ke Jerman. Dan disanalah beliau bertemu ilona. Pada dasarnya Rudy yang seorang muslim yang taat dan berwarganegara Indonesia dan Ilona yang dari Polandia membuatkan Mami Rudy tak setuju akan hubungan mereka. Jadilah mereka harus berpisah, karena maminya sudah menginginkan Rudy pulang dan menikah dengan Hasri Ainun.

Dan bersambunglah film “Rudy Habibie (Habibie Ainun 2)”. Dan akan diperkirakan ada sambungannya yaitu “Habibi Ainun 3”.


Minta maaf kalau itu terlalu panjang. Dan banyak kata-kata yang salah juga cerita yang tidak saya tuangkan ke dalam cerita di atas.

 

Tidak ada komentar: