Sumber dari Google
Seperti yang sudah saya impikan sebelum ini, tapi tak berevaluasi. Sayapun mengubur dalam rasa minder selama ini yang menghantui. Akhirnya, saya putuskan untuk mengikuti kegiatan belajar menulis. Salah satunya ODOP (One Day One Post) untuk angkatan yang ke-3. Walaupun rangkaian kata yang terangkai tak seindah karya teman-teman di sekitar saya. Tapi, para senior tidak jera dan tidak bosan memotivasi siswa baru. Mereka memberikan tips-tips jitu untuk menulis. Dan saya selalu mengingat kata-kata mereka "yang penting nulis dulu. Dibaca atau tidak dibaca urusan belakang". Itu salah satu motivasi yang terucap dari para senior saya.
Sebelum ikut ODOP ini saya mengikuti kegiatan menulis dan komunikasi di universitas saya. Tidak lain kegiatannya menulis reportase untuk di terbitkan di majalah. Disini saya dan teman-teman redaksi berusaha semaksimal mungkin untuk dapat melaksanakan program kerja yang sudah teragenda di PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) cabang Universitas Terbuka Kuala Lumpur.
Eh, sebelumnya perkenalkan saya adalah TKI Malaysia yang bekerja dan kuliah di Univeraitas Terbuka Kuala Lumpur (UTKL).
Eh, sebelumnya perkenalkan saya adalah TKI Malaysia yang bekerja dan kuliah di Univeraitas Terbuka Kuala Lumpur (UTKL).
Berbagai kesibukan kerja membuat saya ingin mewujudkan mimpi untuk terus belajar, belajar dan belajar. Walau menjadi TKI adalah kewajiban saya tetapi belajar adalah yang menjadi prioritas utama saya sekarang ini. Dan menjadi TKI juga Mahasiswa itu rasanya warbyasa. Bagaimana tidak saya dituntut untuk bekerja di pabrik selama 12jam setiap harinya dan di hari cuti saya gunakan untuk meet up dengan teman kampus.
Disitulah saya bertemu orang-orang hebat yang memiliki semangat membara di jiwanya. Tidak lain dan tidak bukan adalah kita sama-sama menjadi TKI dan Mahasiswa. Setiap hari cuti kita gunakan untuk sharing hal-hal yang memotivasi agar tetap semangat.
Beraneka ragam tentunya,kan. Dari Sabang sampai Merauke. Dari perbedaan itulah membuatku paham arti saling menghormati dan menghargai. Energi baru yang saya temukan adalah semangat untuk terus belajar dan berkarya juga membara. Setidaknya hanya mampu menjadi sebagian kecil dari semua kebanggaan bangsa.
Beraneka ragam tentunya,kan. Dari Sabang sampai Merauke. Dari perbedaan itulah membuatku paham arti saling menghormati dan menghargai. Energi baru yang saya temukan adalah semangat untuk terus belajar dan berkarya juga membara. Setidaknya hanya mampu menjadi sebagian kecil dari semua kebanggaan bangsa.
Harapan yang diinginkan adalah mampu mempertahankan api semangat yang kini membara untuk berkarya. Salah satunya adalah menulis. Dan syair yang tertulis dalam penaku juga kelak akan menjadi penyemangat orang di sekitarku.
#OneDayOnePost

Tidak ada komentar:
Posting Komentar