Pagi ini dengan mata ngantuk dan perut keroncongan. Kugagahkan juga untuk memasak. Sesampai dirumah saya menuju kulkas dan mengambil sayur untuk dimasak. Betapa apesnya hari ini. Bumbu halus yang menjadi stock habis.
Dengan langkah lemah kugagahkan juga untuk mengupas bawang merah dan bawang putih untuk setelahnya dihaluskan. Agar bumbu halus yang menjadi stock dan instan ini tahan lama, maka saya masak terlebih dahulu sebelum disimpan.
Mata yang sudah mengantuk hebat. Membuat saya ingin cepat menyelesaikan pekerjaan ini. Biarlah lapar ini kubawa tidur. Setelah bumbu bawang sudah masak. Langsung kumatikan kompor dan membiarkannya dingin di wajan. Nantilah kalau saya sudah bangun disimpan di toples, begitu batinku.
Setelah 6 jam kemudian saya bangun dan menunaikan sholat dzuhur. Selesai kupanjatkan do'a kepada Sang Kholiq, saya berniat ke dapur untuk menyimpan bumbu tersebut.
Ternyata di bagian pinggir sudah ada yang menyendoknya. Kelihatan banyak juga si pengambil ini, batinku dalam hati.
Cepat kumasukkan ke dalam toples untuk disimpan.
Beberapa menit kemudian Resa memanggilku. " Yu itu bawang halus di masak ya?" "Iya, kenapa emangnya?"
"Tadi Kiki ambil, dikira bubur katanya."
"Hah....pantesan kayak ada yang nyendok tadi. Emang dia gak tau apa kalau ini bawang. Masih bau juga kan nih." Ku sodorkan sedikit ke hidung Resa. "Iya, tapi si Kikikan lagi flu berat, yu. Indra penciumannya terganggu kan. Tadi dia sempat marah juga sih. Dan bilang tumben ada yang perhatian saat dia sakit ada yang bikin bubur gitu."
"Kasihannya lah dia kan. Nanti ku tebuslah buat bubur beneran buat dia. Sekarang masih tidur kan dia?"
"Iya..abis minum obat tadi terus rehat lagi." -End-
#ODOP
#Latepost
Tidak ada komentar:
Posting Komentar