Laman

Selasa, 15 November 2016

Lebih Mepet Lebih Cepat?

Jam dinding sudah menuunjukkan pukul 5.50 pagi. Membuat saya tergesa-gesa untuk berangkat kerja. Sedangkan mata baru saja terbuka, dikarenakan tidur yang lambat membuat bangun lambat. Dengan pantas ku capai handuk dan masuk kamar mandi. Mandi kilat ceritanya. Setelahnya langsung menunaikan sholat subuh dan menyetrika kerudung. Dengan kilat tentunya. Waktu mepet seperti ini tidak membuatku kepikiran untuk bersarapan.

Karena sadar kemacetan ibukota pada saat jam kerja seperti sekarang ini. Dengan sigap kuraih kunci motor kesayangan dan cepat gas ke tempat tujuan. Dalam perjalanan berharap  macet hari ini tidak parah. Sehingga membuatku lebih cepat sampai. Kalau lambat habislah pasti boss marah.

Dan hari masih rezekiku. Jalanan ibukota lancar dan sedikit lengang. Membuatku sampai dan boss belum datang. Syukurlah, batin hatiku.

Segera kunyalakan komputer dan merenung. Kenapa setiap kali kurang sepuluh menit sebelum jam 6. Saya lebih cepet bersiap dibandingkan saya yang bangun jam 5 dan begitu santainya saya bersiap. Tapi saya tidak menyukai kemepetan ini! Membuatku gugup dan ada yang lupa untuk dilakukan. Hal sepele sich. Tapi berakibat fatal. Sarapan, kalau tidak dilakukan sekali akan membuat saya merasa lemas terasa tidak punya tenaga.

Selambat apa saya tidur sebisa mungkin untuk bangun lebih awal. Agar persiapan tidak mepet dan saya bisa sarapan. Sekedar minum teh dan makan roti sudah cukuplah.

Tidak ada komentar: