POTRETMU MEMBUATKU INGIN SEPERTIMU,
IBU
Pahlawan
dalam hidup ini ialah seorang wanita hebat yg sudah mengorbankan semua hidup
dan matinya hanya untuk sebuah nyawa. Beliau yang muntah dan merasakan pusing
juga mual saat awal pemulaan hamil. Hingga perutnya membesar saat melakukan
aktivitas. Dan sekedar untuk tidur pun ia rela tidak mendapat kenyamanan.
Bahkan, kadang tidak mampu melelapkan mata untuk beristiraat. Dengan perut yang
besar ia begitu lincah mengerjakan segala pekerjaan rumah dan menunaikan
kewajiban sebagai istri. Beliau tak mengeluh, tak juga merasakan lelah. Karena
beliau yakin setiap lelahnya adalah ibadah untuk sang Penciptanya, dan akan
mendapat sesuatu yang berharga kelak nanti.
Beliau
selalu menanti cahaya hatinya melihat dunia. Tak pernah lupa dalam penantiannya
itu beliau selalu memanjatkan do’a terbaiknya kepada Sang Pencipta kehidupan
ini. Hingga usia kandungannya mencapai 9bulan 10hari tiba bahwa beliau harus
bertaruh segala hidup dan matinya. Beliau tidak takut dan beliau berani
menghadapi semua ini. Karena beliau yakin Tuhan tidak akan memberinya sakit
yang berlebihan melainkan kesakitan itu adalah menggugurkan dosa-dosanya. Demi
cahayanya yang kelak mampu membantu sedikit kewajibannya, beliau tersenyum saat
mempertaruhakan nyawanya. Besar harapan beliau saat cahayanya melihat dan
bernafas di permukaan bumi. Berharap cahayanya menjadi anak yg soleh solehah,
berbakti kepada orang tua, dan menjadi khalifah di bumi ciptaan Tuhan.
Saat
pertama kali cahayanya dilahirkan di bumi. Beliau bahagia yang tak mampu
diungkapkan ketika cahaya itu menangis dengan suara nyaring memenuhi segala
sudut ruangan itu. Dan diluar sana yang menanti tersenyum dan mengucap syukur
tiada kira. Tidak sampai disitu beliau berkorban. Beliau berkorban lagi saat
cahayanya menangis dan lapar. Saat menangis beliau tidak marah justru tersenyum
karena cahayanya membutuhkan pelukan hangat dan kasih sayang. Saat cahayanya
lapar beliau tidak lalai untuk memberinya ASI. Bahkan tidak tidur saat
cahayanya rewel dan menangis saat malam tiba. 24 jam beliau setia memberi kasih
sayang, cinta dan berkorban untuk cahayanya.
Kini
cahayanya sudah remaja dan mencapai kedewasaannya. Dalam hatinya ada kesedihan.
Karena cahaya kecilnya sebentar lagi akan di miliki orang lain. Di situlah
hatinya tergores kesakitan. Beliau tidak akan mengatakan yang dirasakan
kepadamu. Tapi beliau berpesan kepada orang yang akan mengambil alih tentangmu.
Untuk selalu menjaga, melindungi dan memberi kasih sayang serta cinta yang
tulus dari hatinya.
Ibu,,,
terima kasih ku ucapkan yang tak terhingga kepadamu. 22 tahun yang lalu beliau
merasakan kesakitan itu dan kini ananda sudah dewasa. Semoga ibu merestui
segala langkah ananda. Sementara ananda jauh dari ibu. Mungkin saat inilah
ananda harus hidup mandiri. Pesanmu tidak pernah ananda lupakan, untuk ananda
menjaga diri di perantauan. Terima kasih ibu, do’a mu sepanjang waktu membuat
ananda bertahan menghadapi dunia. Palajaran hidup yang ibu ajarkan kepada
ananda membuat ananda paham sekarang ini. Mengapa ketika kecil segala kemauan
ananda tidak ibu kabulkan juga mengajarkan ananda untuk tidak memudahkan segala
masalah. Sekarang ananda tau jawabannya ibu. Karena dunia tak semudah ibu
mengabulkan dan memudahkan ananda dalam segala hal. Begitu keras dan kejam apa
yang ananda lalui selama jauh dari ibu.
Ibu….usia
ananda sudah 22 tahun, mungkin sudah pantas untuk dimilki orang lain. Dan
mungkin sebentar lagi akan ada yang mengambil alih hak dan kewajiban ananda.
Jika kelak ananda di ambil alih oleh orang lain, ibu jangan bersedih. Semoga
pilihan Tuhan menjadi petunjuk untuk ananda memilihnya. Ibu, do’akan ananda
agar Tuhan menakdirkan ananda berjodoh dengan seorang pria yang mampu menjaga,
melindungi dan memberi kasih sayang juga cinta. Dan ananda ingin seperti ibu.
Menjadi wanita sabar, ikhlas, dan tetap tersenyum saat ibu dalam kesakitan. Tempat
ibu di hati ananda tidak akan ada yang menggantikan. Terima kasih yang tak
terhingga untukmu IBU. Sementara ananda belum dimiliki orang lain. Ananda
berusaha untuk berbakti dan memohon restu sepenuhnya dari ibu untuk melangkah
menjadi insan yang berguna untuk sesama. Dan ananda minta maaf jika selama ini
ananda sudah tidak mencium tangan ibu. Minta maaf karena sampai kesaat ini
ananda tidak berada di dekat ibu. Ibu harapan ananda adalah ibu sehat dan Tuhan
memberi umur yang panjang agar kita bertemu dan berkumpul seperti dulu lagi. I love you, ibu. I always
missing you anytime,ibu. <3 <3 <3 :* :* :*

Tidak ada komentar:
Posting Komentar