Laman

Senin, 07 Desember 2015


POTRETMU MEMBUATKU INGIN SEPERTIMU,
IBU

 

Pahlawan dalam hidup ini ialah seorang wanita hebat yg sudah mengorbankan semua hidup dan matinya hanya untuk sebuah nyawa. Beliau yang muntah dan merasakan pusing juga mual saat awal pemulaan hamil. Hingga perutnya membesar saat melakukan aktivitas. Dan sekedar untuk tidur pun ia rela tidak mendapat kenyamanan. Bahkan, kadang tidak mampu melelapkan mata untuk beristiraat. Dengan perut yang besar ia begitu lincah mengerjakan segala pekerjaan rumah dan menunaikan kewajiban sebagai istri. Beliau tak mengeluh, tak juga merasakan lelah. Karena beliau yakin setiap lelahnya adalah ibadah untuk sang Penciptanya, dan akan mendapat sesuatu yang berharga kelak nanti.

 

Beliau selalu menanti cahaya hatinya melihat dunia. Tak pernah lupa dalam penantiannya itu beliau selalu memanjatkan do’a terbaiknya kepada Sang Pencipta kehidupan ini. Hingga usia kandungannya mencapai 9bulan 10hari tiba bahwa beliau harus bertaruh segala hidup dan matinya. Beliau tidak takut dan beliau berani menghadapi semua ini. Karena beliau yakin Tuhan tidak akan memberinya sakit yang berlebihan melainkan kesakitan itu adalah menggugurkan dosa-dosanya. Demi cahayanya yang kelak mampu membantu sedikit kewajibannya, beliau tersenyum saat mempertaruhakan nyawanya. Besar harapan beliau saat cahayanya melihat dan bernafas di permukaan bumi. Berharap cahayanya menjadi anak yg soleh solehah, berbakti kepada orang tua, dan menjadi khalifah di bumi ciptaan Tuhan.

 

Saat pertama kali cahayanya dilahirkan di bumi. Beliau bahagia yang tak mampu diungkapkan ketika cahaya itu menangis dengan suara nyaring memenuhi segala sudut ruangan itu. Dan diluar sana yang menanti tersenyum dan mengucap syukur tiada kira. Tidak sampai disitu beliau berkorban. Beliau berkorban lagi saat cahayanya menangis dan lapar. Saat menangis beliau tidak marah justru tersenyum karena cahayanya membutuhkan pelukan hangat dan kasih sayang. Saat cahayanya lapar beliau tidak lalai untuk memberinya ASI. Bahkan tidak tidur saat cahayanya rewel dan menangis saat malam tiba. 24 jam beliau setia memberi kasih sayang, cinta dan berkorban untuk cahayanya.

 

Kini cahayanya sudah remaja dan mencapai kedewasaannya. Dalam hatinya ada kesedihan. Karena cahaya kecilnya sebentar lagi akan di miliki orang lain. Di situlah hatinya tergores kesakitan. Beliau tidak akan mengatakan yang dirasakan kepadamu. Tapi beliau berpesan kepada orang yang akan mengambil alih tentangmu. Untuk selalu menjaga, melindungi dan memberi kasih sayang serta cinta yang tulus dari hatinya.

 

Ibu,,, terima kasih ku ucapkan yang tak terhingga kepadamu. 22 tahun yang lalu beliau merasakan kesakitan itu dan kini ananda sudah dewasa. Semoga ibu merestui segala langkah ananda. Sementara ananda jauh dari ibu. Mungkin saat inilah ananda harus hidup mandiri. Pesanmu tidak pernah ananda lupakan, untuk ananda menjaga diri di perantauan. Terima kasih ibu, do’a mu sepanjang waktu membuat ananda bertahan menghadapi dunia. Palajaran hidup yang ibu ajarkan kepada ananda membuat ananda paham sekarang ini. Mengapa ketika kecil segala kemauan ananda tidak ibu kabulkan juga mengajarkan ananda untuk tidak memudahkan segala masalah. Sekarang ananda tau jawabannya ibu. Karena dunia tak semudah ibu mengabulkan dan memudahkan ananda dalam segala hal. Begitu keras dan kejam apa yang ananda lalui selama jauh dari ibu.

 

Ibu….usia ananda sudah 22 tahun, mungkin sudah pantas untuk dimilki orang lain. Dan mungkin sebentar lagi akan ada yang mengambil alih hak dan kewajiban ananda. Jika kelak ananda di ambil alih oleh orang lain, ibu jangan bersedih. Semoga pilihan Tuhan menjadi petunjuk untuk ananda memilihnya. Ibu, do’akan ananda agar Tuhan menakdirkan ananda berjodoh dengan seorang pria yang mampu menjaga, melindungi dan memberi kasih sayang juga cinta. Dan ananda ingin seperti ibu. Menjadi wanita sabar, ikhlas, dan tetap tersenyum saat ibu dalam kesakitan. Tempat ibu di hati ananda tidak akan ada yang menggantikan. Terima kasih yang tak terhingga untukmu IBU. Sementara ananda belum dimiliki orang lain. Ananda berusaha untuk berbakti dan memohon restu sepenuhnya dari ibu untuk melangkah menjadi insan yang berguna untuk sesama. Dan ananda minta maaf jika selama ini ananda sudah tidak mencium tangan ibu. Minta maaf karena sampai kesaat ini ananda tidak berada di dekat ibu. Ibu harapan ananda adalah ibu sehat dan Tuhan memberi umur yang panjang agar kita bertemu dan berkumpul  seperti dulu lagi. I love you, ibu. I always missing you anytime,ibu. <3 <3 <3 :* :* :*

Tidak ada komentar: