Mukidi adalah orang Jawa yang mencoba peruntungan di ibukota.
Semua hal yang dilakukan pasti akan membuat orang terkagum-kagum. Bukan sekedar
itu saja bahkan tingkahnya terkadang konyol. Mukidi yang sudah terdaftar
menjadi orang Jakarta membuatnya untuk berpikir mencari penghidupan untuk
keluarga yang lebih baik. Jakarta yang setiap tahunnya akan tenggelam karena
banjir, kemacetan yang setiap harinya membuat orang-orang naik pitam juga udara
panas penuh polusi, dan banyak perantau yang mendiaminya. Membuat ibukota yang
menjadi kediaman Mukidi tidak pernah sunyi.
Lalu lalang orang mecari pekerjaan dan makian yang
dikeluarkan orang di jalanan menjadi semua itu sudah biasa. Mukidi yang hanya
tukang ojek namun sangat berpengetahuan luas. Bagaimana tidak, ketika gak ada
pelanggan yang menggunakan jasanya. Itu berarti kesempatan untuknya membaca
berbagai buku dan berita di media sosial. Di usianya yang sudah berkepala empat
bukan tergolong muda juga namun jiwanya masih semangat seperti orang muda.
Di berkembangan zaman Mukidi gak ketinggalan satupun berita.
Contohnya saja aplikasi terbaru di Indonesia yang pada waktu itu belum booming
dan belum digunakan sepenuhnya oleh warganya. Mukidi lah yang memviralkan semua
itu. Mendownload aplikasi “GOJEK” dan mengajak para pelanggan mendownload yang
bertujuan agar para pelanggannya tidak rebutan ketika akan menggunakan jasanya.
Apalikasi ini adalah solusi terbaik untuknya karena begitu banyaknya pelanggan
yang menggunakan jasanya. Keahliannnya mengambil hati pelanggan dan pelayanan
yang memuaskan membuat dia kebanjiran pelanggan. Sebelum ada gojek ia
kebingungan dan kewalahan melayai pelanggan.
Pekerjaannya kini berjalan dengan lancar tanpa kendala. Tetapi
ibukota Jakarta kembali menjadi heboh. Mukidi yang gak mau ketinggalan berita
pun menyimak. Ada apa dengan Jakarta? Dan sungguh mencengangkan Jakarta akan
berganti kepemimpinan gubernur. Ya, gubernur yang biasa dikenal dengan Ahok
keturunan Tionghoa ini akan berakhir masa jabatannya. Namun begitu banyak
berita miring tentangnya. Sehingga membuat warga dan orang-orang ternama di
ibukota tak lagi mengizinkan beliau masuk dalam Pilkada Cagub Jakarta. Mukidi bangga
tapi juga sedih dengan semua berita ini. Bagaimana tidak, semua itu membuat
perpecahan persaudaraan antar sesama. Tak memungkiri semua program kerja yang
telah dijalankan Ahok membuat Jakarta semakin berkembang dengan baik. Dalam hati
Mukidi membatin “Ahok memang bukan pemimpin islam tapi dia bisa amanah dengan
semua program kerja. Dan apa ini yang ada di Indonesia saja. Orang gak korupsi
di benci warga dan petinggi Negara. Tikus berdasi yang menggerogoti harta
rakyatnya saja yang mungkin gak setuju.” Batinnya berbicara sendiri, gak
mungkin ia luahkan karena akan semakin banyak yang mengecamnya. Harapan Mukidi,
ya semoga Indonesia tanah air tercinta kembali bersatu padu melawan gejolak dan
peradaban ini. Kembali Bhineka Tunggal Ika aja lah ya.
#OneDayOnePost
#LatePost
Tidak ada komentar:
Posting Komentar