Laman

Senin, 17 Oktober 2016

Mukidi Lagi, Mungkin Masih Booming


Mukidi adalah orang Jawa yang mencoba peruntungan di ibukota. Semua hal yang dilakukan pasti akan membuat orang terkagum-kagum. Bukan sekedar itu saja bahkan tingkahnya terkadang konyol. Mukidi yang sudah terdaftar menjadi orang Jakarta membuatnya untuk berpikir mencari penghidupan untuk keluarga yang lebih baik. Jakarta yang setiap tahunnya akan tenggelam karena banjir, kemacetan yang setiap harinya membuat orang-orang naik pitam juga udara panas penuh polusi, dan banyak perantau yang mendiaminya. Membuat ibukota yang menjadi kediaman Mukidi tidak pernah sunyi.

Lalu lalang orang mecari pekerjaan dan makian yang dikeluarkan orang di jalanan menjadi semua itu sudah biasa. Mukidi yang hanya tukang ojek namun sangat berpengetahuan luas. Bagaimana tidak, ketika gak ada pelanggan yang menggunakan jasanya. Itu berarti kesempatan untuknya membaca berbagai buku dan berita di media sosial. Di usianya yang sudah berkepala empat bukan tergolong muda juga namun jiwanya masih semangat seperti orang muda.

Di berkembangan zaman Mukidi gak ketinggalan satupun berita. Contohnya saja aplikasi terbaru di Indonesia yang pada waktu itu belum booming dan belum digunakan sepenuhnya oleh warganya. Mukidi lah yang memviralkan semua itu. Mendownload aplikasi “GOJEK” dan mengajak para pelanggan mendownload yang bertujuan agar para pelanggannya tidak rebutan ketika akan menggunakan jasanya. Apalikasi ini adalah solusi terbaik untuknya karena begitu banyaknya pelanggan yang menggunakan jasanya. Keahliannnya mengambil hati pelanggan dan pelayanan yang memuaskan membuat dia kebanjiran pelanggan. Sebelum ada gojek ia kebingungan dan kewalahan melayai pelanggan.

Pekerjaannya kini berjalan dengan lancar tanpa kendala. Tetapi ibukota Jakarta kembali menjadi heboh. Mukidi yang gak mau ketinggalan berita pun menyimak. Ada apa dengan Jakarta? Dan sungguh mencengangkan Jakarta akan berganti kepemimpinan gubernur. Ya, gubernur yang biasa dikenal dengan Ahok keturunan Tionghoa ini akan berakhir masa jabatannya. Namun begitu banyak berita miring tentangnya. Sehingga membuat warga dan orang-orang ternama di ibukota tak lagi mengizinkan beliau masuk dalam Pilkada Cagub Jakarta. Mukidi bangga tapi juga sedih dengan semua berita ini. Bagaimana tidak, semua itu membuat perpecahan persaudaraan antar sesama. Tak memungkiri semua program kerja yang telah dijalankan Ahok membuat Jakarta semakin berkembang dengan baik. Dalam hati Mukidi membatin “Ahok memang bukan pemimpin islam tapi dia bisa amanah dengan semua program kerja. Dan apa ini yang ada di Indonesia saja. Orang gak korupsi di benci warga dan petinggi Negara. Tikus berdasi yang menggerogoti harta rakyatnya saja yang mungkin gak setuju.” Batinnya berbicara sendiri, gak mungkin ia luahkan karena akan semakin banyak yang mengecamnya. Harapan Mukidi, ya semoga Indonesia tanah air tercinta kembali bersatu padu melawan gejolak dan peradaban ini. Kembali Bhineka Tunggal Ika aja lah ya.

 

#OneDayOnePost

#LatePost

 

Tidak ada komentar: