Menjadi seorang karyawan biasa itu sudah cukup melelahkan segala pikiran dan kemampuan. Kenapa begitu? Karena sebagai karyawan saja segala pekerjaan atasan (leader) bisa dikerjakan, ini mau di naikkan pangkat. Itu akan semakin menyiksa.
Sebagai perantau di negeri orang. Untuk menduduki sebagai karyawan teladan pun harus di tuntut memenuhi kedatangan setiap hari dan tepat waktu. Ah, sudahlah kalau karyawan terbaik itu kembali ke diri sendiri pakai penilaian sendiri aja. Tapi bukan untuk menyombongkan dan membanggakan diri. Ya, sebagai wujud penghargaan untuk menghargai jiwa dan raga yang sudah lelah selama berjuang.
Yang pasti karyawan teladan itu mengetahui kewajibannya. Pangkat sebagai leader saja hanya akan menambah kewajiban. Leader itu pengayom bukan penyuruh layaknya boss. Dan pangkat leader sudah banyak disalah gunakan. Ini berdasarkan di lapangan kerja yang kenyataannya leader hanya penyuruh karyawan saja. Ketika karyawan salah pasti akan disalahkan tanpa menunjukkan kesalahan itu berupa apa.
Sungguh ironis bukan. Jangan menggilai pangkat hanya untuk naik gaji saja. Tapi lebi sadar akan kewajiban yang mesti di pikul.
#OneDayOnePost
Kuala Lumpur, 19 Oktober 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar