Laman

Senin, 10 Oktober 2016

Rindu Terpendam

Di tanah perantauanlah ia bersandar dari segala kenyataan hidup ini. Jauh dari keluarga tak memutuskan segala cita-cita Rere. Anak ke enam dari delapan saudara ini sungguh memiliki semangat yang tak pernah padam. Karena ia memiliki sejuta mimpi yang harus diwujudkan. Salah satunya memutus kebodohan negerinya. Disamping menjadi tulang punggung keluarga, Rere melanjutkan pendidikan menjadi mahasiswa. Bukan hanya mahasiswa dan bekerja saja. Rere bersama teman-temannya mengajarkan anak-anak yang kurang beruntung untuk belajar membaca dan menulis. Selain itu ia aktif dalam komunitas sosial masyarakat dalam galang dana untuk membantu warga yang membutuhkan. Sungguh rasa syukur tak pernah lupa ia ucap setiap kali ia berkesempatan membantu sesama.

Namun, disebalik kesemua keceriaan Rere ada kerinduan yang mendalam untuk ibu dan ayah juga saudara-saudaranya. 4 tahun berlalu dengan segala suka duka pahit manis kehidupan di perantauan. Bukan ia tidak mau kehilangan sebagian harta hanya untuk bertemu keluarga tetapi ia sudah memutuskan untuk melakukan semua ini dengan segala ketulusan hati agar ia menjadi anak yang mandiri.

Segala rindu yang terpendam hanya mampu ia yang tau dan Sang Kholiq. Meski rindu menggerogoti setiap detik hari yang dilalui. Ia pasrah dan ingin selalu memotivasi dirinya. Untuk terus menjadi yang lebih baik untuk negerinya.

#OneDayOnePost
Kuala Lumpur, 10 Oktober 2016

Tidak ada komentar: